widget animasi

translate

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Siapa Iwan Fals Itu...?

Belum lengkap rasanya bila tidak mengenang sedikit masa lalu Iwan fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto ini. Sejak memulai karirnya sebagai penyanyi pada tahun 70-an, Iwan Fals dikenal sangat kritis. Bermula dari mengamen di jalanan, dia sudah mampu membuat lagu sendiri. Kemudian Iwan Fals mencoba menembus perusahaan rekaman dan mencetak album pertamanya pada tahun 1979.

Mungkin karena masalah ekonomi sulit yang berkepanjangan, masyarakat merasa akrab dengan lirik-lirik yang dibuatnya. Kritikannya dilontarkan dengan sangat keras. dari itulah Iwan Fals sering terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian gara-gara kritikannya. Iwan Fals selalu mengenang kisah masa-masa dimana dia selalu digiring ke kantor polisi saat saya kunjungi di kediamannya beberapa tahun yang lalu.


Berikut ini adalah salah satu lirik lagu Iwan Fals yang saya kutip pada tahun lalu, dimana lagu ini tidak dirilis  dalam album Iwan Fals. Perusahaan rekaman menolak lagu ini karena dianggap liriknya terlalu keras untuk di publikasikan, kemungkinan studio takut jika perusahaannya ikut-ikutan di brendel oleh pemerintahan orde baru pada masa itu. Lagu ini temponya sedang, iramanya sedikit ceria. Untuk mendengarkan lagunya, silahkan cari di koleksi youtube saya yang ada di halaman bawah. Sebelumnya, posisi tv dan radio diatas harus keadaan off, biar suaranya tidak simpang siur.


Oh..Indonesia
iwan fals

Sebentar lagi PEMILU
Orang - orang masuk ke kotak suara
Untuk mencari pemimpin baru
Untuk mendapatkan gairah baru

Sebentar lagi PEMILU
Sedangkan aku masih ragu
Untuk mencoblos salah satu
Karena penguasa menginginkan status Quo

Sebelum PEMILU
Orang - orang sudah pada ribut
Politisi, polisi dan tentara kalang kabut
Penguasa, pengusaha dan semua pasang kuda - kuda
Sementara gossip yang beredar
SOEHARTO adalah BOS MAFIA

Gerombolan mahasiswa, penganggur dan buruh menjadi massa
Bergelombang – gelombang menginginkan perubahan
Para cendekiawan memuntahkan peluru dari mulutnya
Sementara aku dan istriku hampir setiap hari bersenggama

Empat periode Soeharto jadi presiden
Lebih hebat dari Marcos menyaingi Fidel Castro
Orang ingin presiden ganti
Tapi orang juga mau Soeharto terus
Orang sudah bosan, tapi orang juga bingung cari pengganti

Lantas aku berpikir kalau Soeharto MATI
Apa jadinya REPUBLIK atau KERAJAAN ini?
Pasti orang berkelahi untuk menjadi pengganti
Lebih baik SOEHARTO dijadikan MUMMY dan didudukan di kursi

Oh Indonesia dalam pembangunan ekonomi
Oh Indonesia TANAH AIR PARA FAMILY
Sementara banyak rakyatnya menjadi kuli di negeri sendiri

Oh Indonesia dalam pembangunan keadilan
Oh Indonesia TANAH AIR PARA HARTAWAN
Sementara banyak rakyatnya menjadi korban anjing piaraan

Oh Indonesia dalam pembangunan kerohanian
Oh Indonesia TANAH AIR PARA KORUPTOR
Sementara banyak rakyatnya hidup di tempat yang kotor

Oh Indonesia dalam pembangunan keamanan
Oh Indonesia TANAH AIR PARA JAGOAN
Sementara banyak rakyatnya dirampok, diperkosa dan disingkirkan

Oh Indonesia dalam pembangunan pendidikan
Oh Indonesia TANAH AIR PARA PENJIPLAK
Sementara banyak rakyatnya dicekoki tukang tipu di televisi


Jeritan dan Nyanyian hatinya mungkin tak akan pernah berhenti selagi ia melihat ketidakadilan dan penindasan hidup bagi rakyat kaum bawah. Segala pembelaan hingga caci maki ia lantangkan dengan jujur melalui syair-syair lagu. Tak salah bila ia dianggap pahlawan oleh para penggemarnya, terutama kaum wong cilik.
Penindasan hidup, kematian, kesengsaraan, politik, hingga cinta ia balut dengan manis walau terkadang terselip sumpah serapah dan makian yang terlepas diantara kejujuran hidup yang ia gambarkan melalui lagunya.

Legenda hidup ini memang terkenal dekat dengan banyak kalangan. Kaum menengah dan atas pun menganggapnya sebagai pembawa suara hati rakyat yang jujur akan keadaan sosial serta persoalan-persoalan hidup yang terkadang membuat ia menangis dan merenung. Segala resiko dan konsekuensi berani ia ambil walaupun terkadang membuatnya kecewa. Namun, justru dengan keberaniannya itulah ia menjadi magnet kuat bagi kebanyakan orang yang merasa terwakili oleh kejujuran dan keberaniannya meneriakkan persoalan-persoalan yang sering membakar emosi masyarakat.

Hanya sebuah kata kesederhanaan yang pantas diberikan pada Iwan Fals. Kesederhanaan dalam menjalani hidup, kesederhanaan dalam berekspresi, kesederhanaan dalam segala hal yang melahirkan kejujuran. Kesederhanaan itulah yang tetap terlihat di mata para pengagumnya hingga saat ini.

Album Iwan Fals :
1.   Perjalanan – 1979                                            22. Cikal - 1991
2.   Yang Muda Yang Bercanda - 1980                   23. Swami II - 1991
3.   Canda Dalam Ronda - 1980                             24. Belum Ada Judul - 1992
4.   Canda Dalam Nada - 1980                                25. Hijau - 1992
5.   Frustasi - 1981                                                 26. Dalbo - 1993
6.   Sarjana Muda - 1981                                        27. Orang Gila - 1993
7.   Opini - 1982                                                   28. Terminal (single) 1993
8.   Sumbang - 1983                                             29. Mata Hati (single) 1994
9.   Sugali - 1984                                                   30. Orang Pinggiran (single) 1994
10. Barang Antik - 1984                                         31. Anak Wayang (single) 1994
11. Sore Tugu Pancoran - 1985                              32. Lagu Pemanjat (single) 1996
12. Ethiopia - 1986                                               33. Kantata Samsara - 1997
13. KPJ - 1985                                                       34. Konser Akbar Kantata - 1998
14. Aku Sayang Kamu - 1986                                35. Kantata Revolvere - 1999
15. Lancar 1987                                                     36. Best of The Best Iwan Fals - 2000
16. Wakil Rakyat - 1987                                         37. Suara Hati - 2002
17. 1910 - 1988                                                      38. in Collaboration With - 2003
18. Mata Dewa – 1989                                            39. Manusia 1/2 Dewa - 2004
19. Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu – 1989    40. in Love - 2005
20. Swami - 1989                                                   41. 50:50 - 2007
21. Kantata Takwa - 1990                                      42. Keseimbangan - 2010


Lagu-Lagu Iwan Fals Yang Tidak Beredar :
  • Demokrasi Nasi (1978)
  • Semar Mendem (1978)
  • Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978)
  • Mbak Tini (1978)
  • Siti Sang Bidadari (1978)
  • Kisah Sapi Malam (1978)
  • Mince Makelar (1978)
  • Luka Lama (1984)
  • Anissa (1986)
  • Biarkan Indonesia Tanpa Koran (1986)
  • Oh Indonesia (1992)
  • Imelda Mardun (1992)
  • Maumere (1993)
  • Joned (1993)
  • Mesin Mesin Pembunuh (1994)
  • Suara Dari Jalanan (1996)
  • Demokrasi Otoriter (1996)
  • Pemandangan (1996)
  • Jambore Wisata (1996)
  • Aku Tak Punya Apa-Apa (1997)
  • Cerita Lama Tiananmen (1998)
  • Serdadu dan Kutil (1998)
  • 15 Juta (1998)
  • Mencari Kata Kata (1998)
  • Malam Sunyi (1999)
  • Sketsa Setan Yang Bisu (2000)
  • Indonesiaku (2001)
  • Kemarau (2003)
  • Lagu Sedih (2003)
  • Kembali Ke Masa Lalu (2003)
  • Harapan Tak Boleh Mati (2004)
  • Saat Minggu Masih Pagi (2004)
  • Repot Nasi / Sami Mawon (2005)
  • Hari Raya Bumi (2007)
  • Hari Raya Bumi (2007)
  • Berita Cuaca (2008)
  • Paman Zam
  • Kapal Bau Pesing
  • Makna Hidup Ini
  • Selamat Tinggal Ramadhan
  • Nyatakan Saja
  • Berputar Putar
  • Air dan Batu
  • Lagu Pegangan
  • Semut Api dan Cacing Kecil
  • Kata-Kata
  • Pukul Dua Malam
  • Penjara
  • Belatung
  • Nyanyian Sopir
  • Bunga Kayu di Beranda
  • Aku Bergelora
  • Suara Dari Jalanan
  • Rumi Sang Pencerah (Juni 2011)
  • Hentikan ! (2011)
  • Isyarat (2011)
  • Gugusan Bintang (2011)
  • Garong Wan Takuup (2011)
  • Polteng "Polisi Tengik" (2012-Lagu Jamming bersama Komunitas OI yang Belum Sempat direkam)



Jelajah Candi Sujiwan Dan Sambisari

Dalam legenda disebutkan, Candi Prambanan dibangun dengan bantuan bangsa jin atas perintah Bandung Bondowoso untuk memenuhi permintaan Rara Jonggrang dalam waktu satu malam. Namun apakah ini sekedar penyelimutan dari kenyataan yang sebenarnya, yakni dengan mengerahkan tenaga rakyat, namun dengan imbalan yang sangat minim. Mengingat penguasa pada waktu itu sangat besar wibawanya.

Yang jelas, dalam sejarah tercatat, setelah pemerintahan Rakai Pikatan dan Ratu Pramodyawaradhani, kerajaan Mataram mengalami kesulitan keuangan, karena terlampau banyak pengeluaran untuk membangun candi dan memeliharanya.

Candi Sojiwan letaknya di dusun Kebon Dalem Kidul, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Ditengah-tengah antara candi Prambanan di sebelah Utara, dan situs Kraton Boko di sebelah Selatan. Luas areal sekitar 2 Hektar, dipenuhi reruntuhan bekas candi yang belum semuanya dikembalikan ke bentuk aslinya. Melihat ciri-cirinya, candiini beraliran Budha, sebab selain bekas-bekas bentuk yoni, juga terdapat bentuk stupa yang cukup besar. Menurut cerita, konon nama Sojiwan berasal dari kata Sejiwa.


Disinilah tempat beradunya perkelahian antara Pangeran Bandung, bangsawan dari kerajaan Pengging melawan seorang sakti bernama Bondowoso. Konon perkelahian itu sama-sama kuat dan sakti, tak seorang pun diantara mereka berdua mengalahkan satu sama. Pada puncak adu kesaktian, keduanya hampir kehabisan tenaga dan kesaktiannya. Dalam kondisi sama-sama kritis, terjadilah dialog siapa sebenarnya Ksatria Bandung.
Akhirnya Bandung berterus terang menyatakan jati dirinya, " Aku adalah Pangeran Bndung, putra ramanda Prabu Danumoyo, Raja Pengging, saya tengah mengemban misi untuk memerangi Prabu Boko yang lalim, suka meminta persembahan manusia untuk di santap". Mendengar jati diri Bandung yang sebenarnya dengan misi sucinya yang di emban, Bondowoso menyadari bahwa musuh yang  dihadapinya saat itu sebenarnya masih keponakannya sendiri". Dalam hal ini, seorang tua wajib mendukung usaha generasi muda dalam memerangi kebathilan. Akhirnya Bondowoso rela mati ditangan Bandung, seketika Bandung merasa kesaktiannya bertambah setelah Jiwa Bondowoso masuk ke dalam raga Pangeran Bandung.

Untuk menunjukan rasa terima kasih Bandung atas keluhuran budi pamannya, ditempat itu lalu dibangun sebuah candi. Itulah candi Sujiwan, yang berasal dari kata Manjing Sujiwanya. Untuk selanjutnya, nama Pangeran Bandung disatukan menjadi Bandung Bondowoso.

Hingga kini tempat tersebut masih terasa wingit. Pada malam hari, khususnya pada malam pasaran kliwon, sering terlihat adanya seekor naga besar atau putri cantik menurut penuturan penjaga malam candi Widodo 50 tahun. Hal ini saya buktikan lewat kontemplasi kontak gaib, saya dijumpai dayang penunggu candi cantriknya Bondowoso sakembaran, yakni Pranungkian dan Pangringkihan. Mereka membenarkan bahwa tempat ini adalah lokasi saat-saat akhir Bondowoso melakukan perkelahian melawan Pangeran Bandung, setelah pertempuran di sumur Bandung.

Di Jl. Solo Km 10 ke Utara sekitar 2 Km terdapat candi Sambisari. Disini saya juga melakukan kontemplasi. Jejak purbakala yang terletak di desa Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman ini telah selesai pemugarannya sejak beberapa tahun yang lalu, dan telah resmi dinyatakam sebagai obyek wisata.


Dalam kontemplasi, saya berhasil ditemui penunggu candi yang mengaku bernama Eyang Adisaka. Di lihat dari penampilannya, sudah tergolong modern, mengenakan baju surjan lurik dengan ikat kepala hitam. Menyatakan berstatus "Magersari", jadi bukan penunggu asli sebagaimana yang saya jumpai di komplek situs Boko maupun candi Sujiwan yang masih menggunakan busana jaman Hindu.

Ditanya tentang keberadaan candi Sambisari, Eyang Adisaka menjelaskan, candi Sambisari merupakan tempat pemujaan. Seperti biasanya, di tempat ini tersimpat abu jenazah. Bila ditarik garis luar arah Barat ke Timur, akan segaris dengan cndi Kedulan sebelah Utama Bogem, Kalsan, candi Plaosan hingga candi Jago di Jawa Timur.

Beruntung saya bisa kontak gaib dengan para pendahulu. Bukan dengan maksud mengkultuskan keberadaannya, akan tetapi untuk sekedar mengungkap rahasia kekuatan yang terkandung di dalamnya. Laku ini saya anggap sebagai sikap menghormati para leluhur, tanpa mengurangi kepercayaan bahwa semua berkat dan karunia  berasal dari Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta.

Postingan ini hanya sekedar untuk mengenal lebih jauh tentang Sejarah dan Budaya Nusantara yang selama ini tidak bisa diperkenalkan oleh lembaga-lembaga pendidikan kepada generasi-generasi saat ini.

2012 Kutub Bumi Bertukar Posisi

Dalam perjalanan sejarah, kerajaan demi kerajaan silih berganti, kejadian apa saja yang telah terjadi? Seiring dengan pemahaman kita terhadap dunia ini, banyak hal yang kemudian semakin jelas.

Arah Perputaran Aliran Sungai Amazon
Orang – orang mengatakan : Aliran suatu sungai selalu mengarah ke timur. Sebenarnya sejumlah sungai besar di dunia, pada kenyataannya memang mengalir ke arah timur. Termasuk sungai terbesar di dunia, Sungai Amazon, di Amerika Selatan. Berdasarkan laporan BBC pada tanggal 24 Oktober 2006, dulunya aliran sungai Amazon ini pernah mengarah kearah barat, bukannya mengarah ke timur seperti sekarang ini.



Para peneliti dari University of North Carolina (UNC) berhasil menyimpulkan suatu temuan dari hasil penelitian terhadap lapisan batu di Sungai Amazon. Mereka masih belum dapat memastikan waktu yang tepat kapan berubahnya arah aliran sungai ini, perkiraan mereka adalah sekitar 65 juta tahun silam, atau mungkin juga lebih lama lagi. Sebelum itu, arah aliran Sungai Amazon mengarah ke barat.
Perubahan Kutub Bumi

Tidak hanya aliran sungai dapat berubah arah, bahkan kedua kutub bumi kita ini pun telah mengalami perubahan.

Dalam majalah Science edisi 8 September 2006, diberitakan bahwa ilmuwan dari Australia, Tiongkok, dan Norwegia dalam riset bersama terhadap lapisan batuan berhasil menemukan, bahwa telah terjadi perubahan kutub bumi. Jika dijabarkan secara nyata, selama 20 juta tahun ini, arah kutub utara telah menyimpang sebesar 50 derajat. Perubahan ini setara dengan jarak antara Alaska (atau Siberia) hingga ke garis khatulistiwa.

Dalam kebudayaan suku bangsa Maya yang sangat maju, juga terdapat catatan serupa. Berdasarkan kalender suku Maya, terhitung sejak 1992 hingga 2012, bumi kita akan memasuki suatu masa “Siklus Besar” yang terjadi setiap 5200 tahun sekali yang merupakan masa penutup dari fase terakhir, yang juga disebut “Masa Perubahan Bumi”. Dalam kebudayaan suku Maya itu juga telah diramalkan, bahwa pada tahun 2012 medan magnet bumi juga akan mengalami perubahan.

Sementara India Daily dalam beri-tanya pada tanggal 1 Maret 2005 melaporkan, bahwa ada sejumlah ilmuwan geofisika dan astronomi dari perusahaan Hyderabad telah meramalkan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi perputaran terbalik pada kutub bumi maupun kutub matahari. Perputaran terbalik kutub bumi artinya kutub utara dan kutub selatan akan bertukar posisi. Selama dalam proses ini di bumi akan terjadi suatu fenomena dimana dalam kurun waktu tersebut akan sama sekali tidak ada daya tarik menarik medan magnet.

Cakrawala Yang Teramat Luas, Musim Demi Musim Silih Berganti
Dalam perjalanan sejarah yang sedemikian panjang, jika seandainya kutub bumi dapat saling bertukar posisi, aliran Sungai Amazon akan berbalik arah, maka kehancuran makhluk bumi dan kemunculan spesies baru, tidak akan perlu dipertanyakan lagi.

Berdasarkan hasil penelitian, para ilmuwan telah menemukan bahwa di bawah lapisan es dan salju ada sejumlah makhluk hidup yang pernah hidup. Shen Gua dari Dinasti Song dalam karyanya Catatan Meng Xi menuliskan bahwa : Di antara kedua tebing sebelah utara gunung Taixing, terlihat adanya lapisan kulit – kulit kerang dan butir-an – butiran seperti telur burung, melintang di sepanjang tebing membujur seperti untaian pita. Ini adalah tanda bekas lautan di masa lampau, sekarang sebelah timur hanya berjarak beberapa ratus kilometer saja dengan laut.

Ge Hong dari Dinasti Jin dalam karyanya Legenda Dewata memuat catatan yang lebih luas dibanding de-ngan catatan Da Yu dalam Legenda Pengaturan Air-nya. Dalam catatan tersebut dikatakan bahwa setelah pu-luhan juta tahun maka daratan akan menjadi lautan luas, dan lautan luas setelah puluhan juta tahun akan menjadi daratan. Selang waktu bertemu Dewa Ma Gu dan Wang Fang Ping dengan pertemuan sebelumnya, telah melalui 3 kali pergantian laut menjadi daratan.

Beberapa ratus tahun belakangan ini, terutama puluhan tahun terakhir, di bawah pengaruh kegiatan manusia, perubahan iklim besar – besaran telah terlihat antara garis khatulistiwa hingga ke kedua kutub : suhu udara semakin meningkat, es dan salju meleleh, bah-kan beruang – beruang di Islandia pun tidak dapat tidur musim dingin lagi.

Jika terus seperti ini, maka kita sebagai umat manusia akan menghadapi masa depan yang suram.
Musnahnya Peradaban Tinggi Masa Lalu.

Didalam buku catatan sejarah, kita akan dapat melihat kebangkitan dan keruntuhan suatu peradaban. Misalnya buku yang berjudul Menyibak Cadar Kebudayaan Pra Sejarah tercatat ba-nyak sekali penemuan – penemuan yang menyangkut hal ini.

Salah satunya penemuan peradaban Kreta (Crete) yang pernah berjaya lebih 3000 tahun silam di Laut Tengah, yang terkenal dengan arsitektur istananya yang sangat rumit namun mewah. Namun kebudayaan yang sedemikian agung itu justru ikut lenyap tanpa sebab musabab yang jelas. Menghilangnya kebudayaan bangsa ini secara misterius, telah menjadi salah satu teka teki yang telah sekian lama membayangi para ahli arkeolog dunia.

Harian Daily Earth pada tanggal 27 April 2006 melaporkan, ilmuwan Denmark telah menemukan serpihan kecil batang pohon zaitun di pulau Thera di Laut Aegean.

Serpihan batang pohon zaitun ini ada di pulau Thera di Laut Aegean --- yang terkubur di pulau Santorini pada saat terjadi letusan gunung berapi. Setelah diadakan penelitian pada ser-pihan ini, para ilmuwan percaya bahwa mereka dapat menghitung waktu persis matinya pohon zaitun tersebut. Temuan itu diumumkan di majalah Science edisi 28 April 2006.

Para peneliti dari Universitas Huss, Denmark, berdasarkan serpihan ini, telah berhasil menyimpulkan suatu teori yang sangat meyakinkan: kebudayaan Kreta (Crete) ini hancur akibat suatu bencana ledakan gunung api yang maha dasyat dan satu kali gelombang Tsunami hebat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pulau Crete hanya terpisah sejauh 60 mil dari pulau Thera, dan 3600 tahun lalu gunung berapi di pulau Thera mengalami letusan dasyat, debu dan asap yang disemburkan akibat ledakan tersebut diperkirakan sebanyak ribuan ton menyebar hingga ke pulau Greenland, Tiongkok dan Amerika Utara akibat diterbangkan angin. Dari pulau Greenland, Laut Hitam, dan Mesir, yang letaknya sangat jauh, para ilmuwan telah menemukan adanya contoh abu yang sama dengan di pulau Thera. Ilmuwan juga berhasil menggali fosil tanaman yang rusak akibat pembekuan di Irlandia dan California. Penelitian lebih lanjut telah membuktikan bahwa pohon zaitun ini mati antara tahun 1627 - 1600 S.M.

Pelajaran Dari Peradaban Kreta (Crete)
Sebelumnya, para ilmuwan berpendapat bahwa, kebudayaan Kreta (Crete, Kritti) sempat berjaya, hingga pada masa Raja Minos (periode Minoan),kejayaan bangsa ini mencapai puncak-nya. Pada waktu itu Raja Minos me-nguasai Laut Aegean, hingga Swedia, sehingga mampu menyatukan segenap dataran Eropa, Asia, dan Afrika. Kerajaan Minos telah memanfaatkan letak geografisnya yang strategis, mengembangkan bidang pelayarannya dan memperkuat armada lautnya, armada ini merupakan angkatan laut yang pertama ada di dunia. Kehebatan armada maritim Minos telah berhasil membuat kerajaan ini membina hubungan dagang yang baik dengan Mesir, Syria, Babylon, Asia Kecil, dan lain – lain, bahkan menjadi negara yang menguasai lautan, berbagai kepulauan di Laut Aegean ramai – ramai membina hubungan de-ngan pertukaran duta negara, Swedia bahkan menyetor upeti pada Minos.

Namun apa daya, negara besar dengan angkatan bersenjata sekuat apa pun tidak berdaya di hadapan bencana alam.

Sebenarnya pada tahun 1967, arkeolog Amerika berhasil menggali sebuah kota perdagangan di bawah lapisan abu gunung berapi di pulau Santorini setebal 60 meter. Setelah diteliti, kota ini terkubur disana pada tahun 1500 SM oleh abu akibat ledakan gunung berapi. Mungkin letusan itu merupakan letusan gunung berapi paling dasyat sepanjang sejarah manusia, luas area yang ditutup oleh debu hasil letusan itu mencapai 62,5 km persegi, kota di atas pulau tersebut tertimbun hanya dalam sekejap mata oleh abu yang sedemikian tebal itu, sekaligus juga membawa pengaruh besar terhadap pesisir Laut Tengah dan kepulauan sekitarnya. Berdasarkan catatan, Mesir pada waktu itu diselimuti oleh kegelap-an sepanjang hari selama 3 hari berturut – turut. Selain itu ledakan tersebut juga mengakibatkan terjadinya gelombang Tsunami, dengan ombak yang mencapai 50 meter tingginya, gelombang maha dasyat tersebut telah menenggelamkan seluruh kota dan desa di atas Pulau Crete, termasuk juga Kerajaan Minoan pun lenyap seketika.

Apa Penyebab Sesungguhnya Yang Telah Melenyapkan Kebudayaan Kreta ?
Pada tahun 1980, arkeolog Inggris berhasil menemukan sisa reruntuhan sebuah istana di Knossos, di pulau Crete. Luas arealnya sekitar 2 hektar, dengan ratusan bangunan rumah di dalamnya, yang dihubungkan dengan banyak jalan dan lorong, strukturnya sangat rumit dan belum pernah dijumpai sebelumnya. Di tengah terdapat sebuah lambang bergambar sepasang kapak, para peneliti sependapat bahwa ini merupakan Istana Kapak Ganda milik raja Minos (dalam cerita kuno Yunani pernah disinggung adanya lambang kapak ganda sebagai simbol dari istana yang terdapat di pulau Crete). Dinding – dinding di bagian dalam istana dipenuhi dengan lukisan yang indah dengan corak yang cerah, mencerminkan kemegahan kerajaan di masa tersebut dan kemakmuran kala itu. Banyak ditemukannya peralatan dari bahan logam dan keramik menandakan seni para penduduk Crete kala itu sangat maju.

Hal yang paling menarik perhatian dari penemuan tersebut adalah lem-pengan – lempengan terbuat dari tanah liat yang berukir abjad, salah satu di antaranya bertuliskan : “Swedia telah mempersembahkan 7 orang wanita, anak lelaki dan perempuan masing – masing satu orang.” Di luar dugaan, para arkeolog pun berhasil menemukan tumpukan tulang manusia yang jumlahnya mencapai 200 potong lebih, yang merupakan tulang tengkorak anak yang berusia antara 10 – 15 tahun, yang masih meninggalkan bekas dibunuh dengan benda tajam. Setelah itu para arkeolog juga menemukan sebuah biara pemujaan. Dalam temuan itu terbukti bahwa penduduk Crete telah melakukan pemujaan dengan mengorbankan manusia hidup! Di dalam biara tersebut ditemukan berbagai jenis wadah dari bahan keramik yang digunakan untuk melakukan pemujaan, di atas meja pemujaan tergeletak seonggok tengkorak dari seorang remaja dengan tinggi badan sekitar 165 cm, di samping meja pemujaan tersebut juga ditemukan ada sebuah wadah tempat menampung darah dari sang korban, dan sebilah pisau dari tembaga yang digunakan untuk membunuh. Sementara di dekat situ terdapat seonggok tumpukan tengkorak lain dengan posisi kepala menengadah ke atas, mengenakan cincin perak di salah satu jarinya, dan seonggok lagi tengkorak yang sedang menutupi wajah sang korban, mungkin adalah tulang tengkorak sang ketua upacara beserta asistennya. Tak jauh dari tempat itu ada sekumpulan tulang tengkorak yang serampangan, yang diduga merupakan para pejabat dan pembantu, yang tidak sempat lagi melarikan diri pada saat bencana terjadi dan mati di tempat itu. Dilihat dari keadaan situs temuan tersebut, arkeolog menyimpulkan bahwa : Pada saat para penduduk Crete sedang melangsungkan upacara pengorbanan manusia hidup, yang bertujuan untuk memohon agar terhindar dari bencana, malah justru telah me-ngundang terjadinya gempa bumi dan bencana maha dasyat, yang telah merobohkan seketika atap tempat upacara berlangsung dan menimpa semua orang yang ada di dalamnya!

Bencana Alam Berasal dari Kezaliman Manusia
Jika demikian, lenyapnya kebudayaan Kreta kurang tepat jika dikatakan akibat bencana alam, lebih tepat jika dikatakan diakibatkan oleh kesa-lahan dari manusia sendiri

Sebenarnya, bukan hanya Kreta saja. Dari sejarah Tiongkok mulai dari Raja Jie pada Dinasti Xia, dan Raja Zhou dari Dinasti Shang, hingga raja Romawi yang kejam, Nero, seberapa pun hebatnya kekuatan angkatan bersenjata yang dimilikinya, menganggap nyawa manusia ibarat rumput liar, bertindak sewenang – wenang, pada akhirnya menemui kemusnahan juga.

Dari sini juga dapat dilihat hubung-an antara manusia dan alam. Sungai Amazon sudah mengalir entah berapa lama, mungkin juga bumi telah menga-lami beberapa kali perubahan, matahari terbit dan terbenam, pasang dan surut, begitulah siklus ala mini, tidak lambat juga tidak cepat namun bergerak secara pasti. Jika alam dirusak mungkin akan dapat membawa suatu dampak sesaat, namun tidak akan abadi.

Hingga saat ini, bagi pihak yang telah menganiaya puluhan juta rakyatnya sendiri, bahkan juga secara paksa mengambil organ manusia secara hidup – hidup, bencana apa yang akan menanti mereka kelak? (Zhou Zheng/The Epoch Times)
Era Baru     

    
                                                                                                         -sabdo langit-